Berita & Agenda

IQPlus, (11/02) - Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang telah diratifikasi kedua negara akan segera diimplementasikan melalui kunjungan delegasi bisnis Australia ke Indonesia.

"Kita sudah mendesain (program) 100 hari pertama implementasi (IA-CEPA) supaya segera dapat dirasakan manfaatnya," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Selasa.

Implementasi yang dimaksud, antara lain, pelaksanaan Australia Business Week yang dipimpin Menteri Perdagangan Australia ke Indonesia dan kunjungan investor swasta utama dari Negeri Kanguru itu ke Tanah Air.

Selanjutnya, kedua negara akan mengidentifikasi kerja sama investasi di bidang infrastruktur.

Implementasi IA-CEPA juga ditindaklanjuti dengan penambahan kuota visa bekerja dan berlibur (working holiday visa) bagi pemegang paspor Indonesia dari 1.000 visa menjadi 4.100 visa pada tahun pertama implementasi IA-CEPA, dan akan meningkat sebesar 5 persen pada tahun-tahun berikutnya.

Selain itu, Menlu Retno menuturkan Indonesia dan Australia akan memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasi sehingga Indonesia bisa betul-betul terintegrasi dalam rantai pasok global.

"Ini adalah dalam konteks untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional," kata Retno.

DPR RI meratifikasi UU IA-CEPA pada 6 Februari 2020, menyusul penandatanganan kesepakatan tersebut oleh kedua negara pada 4 Februari 2019 setelah perundingan selama 9 tahun.

Melalui perjanjian tersebut, Indonesia akan memangkas bea impor sebesar 94 persen untuk produk asal Australia secara bertahap. Sebagai gantinya, 100 persen bea impor produk Indonesia yang masuk ke Australia akan dihapus.

Dihapusnya bea masuk impor seluruh pos tarif Australia sebanyak 6.474 pos menjadi nol persen adalah salah satu keuntungan yang diperoleh Indonesia dari implementasi IA-CEPA.(end)

Daily Report

Equity Analysis

Selengkapnya

Technical Analysis

Selengkapnya
Compendium

2018

Download

2017

Download