Berita & Agenda

 

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Secara mengejutkan reksadana pasar uang mencatatkan kinerja paling ciamik dibanding reksadana lainnya selama bulan Februari lalu. Merujuk data Infovesta Utama, kinerja rata-rata reksadana pasar uang yang tercermin dalam Infovesta 90 Money Market Fund Index menunjukkan pertumbuhan 0,41% secara bulanan, tertinggi dibanding reksadana lainnya.

Padahal biasanya reksadana pasar uang mencatatkan kinerja paling mini dibandingkan produk investasi lain. Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi mengatakan, kinerja pasar keuangan Tanah Air yang limbung akibat penyebaran virus corona menjadi andil yang mengangkat kinerja reksadana pasar uang.

“Dengan adanya virus corona yang telah menyebar ke lebih dari 40 negara membuat pelaku pasar takut terhadap pasar yang memiliki risiko tinggi seperti saham. Sehingga membuat para investor beralih ke market yang punya risiko lebih kecil, yakni reksadana pasar uang,” kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (3/3).

Tak hanya reksadana saham, Head of Investment Avrist Asset Management (AM) Farash Farich juga menyebut sentimen negatif dari virus corona turut menghantam reksadana pendapatan tetap. Padahal, reksadana jenis ini berjaya saat pasar saham sedang bergejolak. 

Namun, di bulan Februari lalu, harga obligasi, baik obligasi pemerintah ataupun obligasi korporasi mengalami penurunan setelah investor asing cabut memilih keluar. Alhasil, kinerja reksadana pendapatan tetap terbatas, sementara reksadana pasar uang yang tidak terkena imbasnya masih menghasilkan kinerja mantap.

“Koreksi di pasar saham dan obligasi berimbas ke penurunan nilai reksadana saham dan pendapatan tetap. Sedangkan reksadana pasar uang, terutama yang mayoritas portofolionya di deposito tidak mengalami fluktuasi nilai pokok,” jelas Farash.

Masing-masing reksadana pasar uang yang dikelola oleh HPAM dan Avrist AM juga mencatatkan kinerja maksimal. Lihat saja, HPAM Ultima Money Market yang dikelola HPAM berhasil tumbuh 0,45%. Sedangkan reksadana pasar uang milik Avrist AM, yakni Avrist Ada Kas Mutiara juga mencatatkan kinerja dengan tumbuh 0,44%. Keduanya, mencatatkan kinerja di atas rata-rata kinerja reksadana pasar uang.

Reza mengaku kinerja positif HPAM Ultima Money Market tidak lepas dari strategi pemilihan kombinasi antara fixed income dan pasar uang yang tepat. “Sekitar 50% adalah money market, hampir 47% di fixed income, sementara sisanya cash & others,” ujar Reza.

Sementara Avrist Ada Kas Mutiara berhasil mencatatkan kinerja positif diakui Farash disebabkan portofolio yang berisikan deposito dari perbankan yang tepat. “Jadi kalau untuk Avrist Ada Kas Mutiara itu mayoritas portofolionya adalah deposito. Sehingga dari segi nilai lebih stabil, bahkan kinerjanya secara year to date juga positif,” pungkas dia.

Merujuk Infovesta Utama, kinerja Avrist Ada Kas Mutiara secara year to date sendiri tercatat telah tumbuh 0,96%.

 

https://investasi.kontan.co.id/news/ini-strategi-mi-dengan-kinerja-reksadana-pasar-uang-paling-mantap

Daily Report

Equity Analysis

Selengkapnya

Technical Analysis

Selengkapnya
Compendium

2018

Download

2017

Download